Posted by: yanworks | Tuesday, 13 October 2009

Karimunjawa, sebuah memoar

Karimunjawa,,
Awalnya kata itu terdengar asing bagiku. Kata seorang temanku, itu adalah nama sebuah kepulauan di utara Jawa Tengah, tepatnya utara Jepara. Pada saat itu aku dan beberapa orang teman dekatku memang berencana akan melakukan suatu petualangan ke tempat yang baru dan juah dari Jogja. Escape from reality, I said. Setelah mencari info yang dirasa cukup memadai, kami memutuskan untuk berangkat, berlibur kesana selama kurang lebih satu minggu. Untuk segerombolan anak muda awam yang asing dengan Karimunjawa, ternyata pulau tersebut tidak sulit untuk dijangkau. Dan yang lebih mengejutkan, masyarakatnya, terutama yang bermukin di bagian utara, Pulau Kemojan. Sejak saat itu aku berniat untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di sana, entah apapun bentuknya.

Satu setengah tahun tahun kemudian tibalah masaku untuk melakukan KKN, another obligation from the university. Begitu ditawarkan KKN di Karimunjawa oleh 4 anak Fisip dan 1 anak unit selam UGM, tanpa pikir panjang aku langsung memutuskan untuk bergabung. Aku mengikuti semua prosesnya, sejak penghimpunan mahasiswa, penyebaran proposal pendanaan (Jogja-Semarang-Jepara) hingga survey kuikuti dengan antusias. Thanks to these tiring process, aku merasa sangat terikat dengan tim ini. Aku mengenal dengan cukup baik ke-29 temanku, dan mengenal dengan sangat baik beberapa dari mereka. Setelah melalui banyak tawa dan beberapa kesuraman masa-masa persiapan bersama mereka, tibalah saat hari-H KKN. Setiba kami di Karimunjawa, di Batulawang lebih tepatnya, aku pribadi merasa persiapan kami masih memiliki banyak kekurangan, mengesampingkan kepercayaandiri kami yang tinggi saat berangkat. I thought to myself, “okay, we’re gonna have to do a lot of work!!” baca selengkapnya disini

Posted by: yanworks | Thursday, 8 October 2009

Bukan Sekedar 3 SKS

KISAH KECIL KKN-PPM KARIMUNJAWA 2009

batulawang rangers

batulawang rangers

Diawali dari sebuah semangat kecil teman-temanku, perjuangan untuk menjadikan keinginan ini menjadi nyata, yang kami lakukan dengan perjuangan penuh selama beberapa bulan, sampai akhirnya tak sadar bahwa semua itu telah kami lalui bersama. Itulah perjuangan KKN Karimunjwa 2009 kami. Dan inilah ceritaku, Agung Febrianto, anggota tim KKN UGM Karimunjawa 2009.

AWAL MULA, IDE CERITA…

November 2008, di kampus, seusai kuliah, dan hal biasa yang kami lakukan, ngobrol santai sebelum balik ke kos. Entah jauh kemana ngobrolnya, sampai akhirnya mendengar ada info KKN Tematik ke Karimunjawa. Waktu itu ya kebetulan baru awal semester 5, dan masih belum ada pikiran buat KKN, kan baru semester 6 nanti.

Dari info itu, bukan niatan awalku tertarik  KKN, tapi langsung kutergiur ke lokasinya, Karimunjawa,, hehe.. kata orang sich indah tempatnya,. Nah karena memang aku belum pernah ke sana, jadi ya sangatlah penasaran. Dan dari situ, esoknya langsng ku tancap gas ke FISIPOL, ketemu 5 orang inisiator, ngobrol-ngobrol dikit, dan langsung daftarkan diri. Kebetulan waktu itu dari Jurusanku, Teknik Sipi, aku dan temanku satu orang. Biasa lah, karena kelihaianku ngejawab apa mereka tanya, masuk lah dalam tim ini. Hehe..

Dari awal di meja bundar plaza FISIPOL itulah, sampai akhirnya tim penuh 35 mahasiswa dan mahasiswi, kami mulai berjuang tuk segala persiapan. Dan dari situ pula awal kami menjadi sebuah kesatuan tim, sampai akhirnya seperti sekarang yang benar-benar kami rasakan sebuah keluarga..[ ]

AGAK PAHIT,, TAPI SESUNGGUHNYA MANIS..

Awal yang menyenangkan bagi kami ketika kami adakan malam keakraban (makrab), tanpa tujuan lain melainkan tuk buat kami lebih akrab, saling mengenal satu sama lain dan nyaman berkomunikasi. Karena itu modal kami tuk jadi sebuah tim yang solid, berjuang bersama, menyiapkan yang terbaik. Kami pun mulai saling mengenal, saling tahu, dan tentunya mulai berani saling ejek.hahaha…

Hal pertama yang menurut kami merupakan sebuah masalah adalah ketika kabar dari LPPM bahwa tim KKN dibatasi sampai 30 orang saja. Wah,, langsung kami kaget, sampai akhirnya melalui berbagai konflik tim kami susut menjadi 30 orang. Satu konflik awal membuat kami menjadi lebih erat. Sampai-sampai aku ingat benar malam minggu di KPTU Fakultas Teknik, hitam di atas putih dengan materai mengikat kami dalam sebuah perjanjian resmi, “Kami berjanji akan mempersiapkan KKN ini dengan sungguh-sungguh dan dengan segala konsekuensi yang siap kami terima”.

Pertemuan rutin kami adakan tiap Sabtu jam 3 sore. Dengan agenda rapat segala persiapan, mulai dari penyusunan proposal ke LPPM sampai bagaimana cara mendapatkan modal guna menghidupi jalannya KKN. Karena kami tahu, survive di Karimunjawa tidak cukup dengan biaya yang sedikit, terlebih kita akan menjalankan berbagai program KKN yang itupun butuh anggaran.

Banyak sekali cerita seru selama masa persiapan kami, dari mulai timbul benih-benih cinta, perjuangan yang panjang, sampai berbagai konflik kita lalui, ada konflik asmara sendiri, ketidakcocokan karakter individu, masalah loyalitas, semangat yang naik surut, pun sempat kami putus asa. And the first problem is monetary crisis, yap,, sempat kami bingung kemana lagi bisa dapet uang, berbagai instansi telah kami datangi, sampai berita baik itu datang lewat telepon tim kami yang berjuang di Jakarta,

“Kami bisa membiayai semua anggaran program KKN kalian,…”,

“Horee.. teriak kami serontak..”,

Kabar dari kata teman kami saat di Debudpar Jakarta,

“…tapi untuk tahun depan, untuk tahun 2010.”

Yah.. harapan besar yang kami tunggu-tunggu, ini mah bukan berita baik, lebih tepatnya adalah berita yang hampiiir saja menjadi baik. Hhhh…!! Napas keluh serontak kami. Tapi tetep, semangat kami belum habis. Lalu kami berpikir lagi, sampai akhirnya sembari menunggu jawaban dari instansi-instansi sponsor, hampir tiap akhir pekan kami ngamen, jualan donat dan minuman saat UTUL UGM 2009, dan syukur akhirnya Allah memberikan jalan kemudahan bagi kami lewat Program Hibah ESfD yang kami dapatkan sebesar 9,6 juta dan rejeki-rejeki yang lain. Dan dari semua dana yang kami kumpulkan, dengan managemen yang benar-benar rinci, akhirnya kami siap untuk berangkat.

Tak terasa pula dari November 2008 kami kenal, jalan beberapa hari, minggu, dan beberapa bulan sampai akhirnya sudah sampai bulan Juni 2009. Sebuah perjuangan yang panjang, susah, senang, teman baru, keluarga baru, Dan kami siap untuk berangkat mengabdikan diri serta belajar menjadi masyarakat yang berguna di Karimunjawa.[ ]

KARIMUNJAWA, WE’RE COMING..

Waktu telah tiba, saatnya dari masa-masa perjuangan yang telah kami jalani bersama, kami sampai melangkahkan kaki di Karimunjawa. Sebuah kecamatan di Jepara berbentuk kepulauan kecil, jarak tempuh 6 jam kapal ferry Muria dari pelabuhan perintis kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Merupakan salah satu tujuan pariwisata alam, terutama wisata alam laut dan pantainya, pun merupakan potensi besar bagi kepariwisataan Indonesia. Itu pula yang mendasari tema besar KKN kami, Pemberdayaan Potensi Pariwisata Berbasis Lingkungan Melalui Pola Partisipasi Masyarakat. Dan misi besar kami adalah membantu pemerataan kegiatan pariwisata di Karimunjawa, khususnya bagi daerah yang masih belum bisa mengelola kegiatan pariwisata secara mandiri.

Aku, dipercayakan sebagai kormasit (koordinator mahasiswa sub-unit) di dusun Batulawang. Satu dusun kecil di desa Kemujan yang dikelilingi laut di ujung paling utara Karimunjawa, dengan jarak tempuh 28 KM jalan aspal berliku dari pusat kecamatan. Dan kami tim di batulawang menamakan diri dengan “Rangers”. 10 anggota yaitu: Decho Iid Putra, Merike Ihsana, Nailatul Authary, Argy Nugraha, Kartika Dyah Paluphi, Hendro Prabowo, Annisa Nia Ramadhin, Alif Nurrohman, Fumma Padmaputra, dan terakhir aku sendiri. Dan inilah kelompok mahasiswa yang berjuang bersama dalam satu atap, tidur bersama, makan bersama, mandi pun bersama di sumur. Eiitt, jangan mikir jorok dulu nie, khusus buat para kaum pria.hehe.. Kamilah  warga baru dusun Batulawang.

Satu hal yang membuat Batulawang beda dari yang lain, merupakan sebuah dusun kecil dengan tinggal empat suku adat berbeda, hidup harmonis, merekalah suku Jawa, Madura, Mandar, dan Bugis. Suku Bugis inilah yang paling banyak dan merupakan suku yang dominan, masih banyak ditemukan rumah panggung khas Bugis, sampai-sampai bahasa ibu yang digunakan bagi semua warganya adalah bahasa Bugis. Sisi menarik dari dusun ini adalah nilai budaya yang khas kolaborasi dari berbagai suku tersebut dengan suasana Islam yang kental. Mayoritas mata pencaharian warga sendiri adalah sebagai petani rumput laut dan nelayan.[ ]

BATULAWANG,, KELUARGA BARU..

“Tangi Dab… Tangi Dab…” , kata-kata yang biasa kami ucapkan tiap bangun pagi. silahkan baca selengkapnya disini

Posted by: yanworks | Thursday, 8 October 2009

Tak terasa sudah selesai semua….

Tak terasa telah kami lalui semua proses dan pelaksanaan dari KKN kami, walau banyak yang tidak kami tuliskan, tapi akan kami coba memberikan sedikit dari kami tentang cerita proses kami selama ini, dilihat dari pribadi tiap2 anggota kami…

Dan jika memang kesempatan itu ada, akan sedikit kami ceritakan tentang proses yang tidak sempat kami tulis di blog ini…

Posted by: yanworks | Monday, 9 February 2009

Pertemuan Rutin Keempat

Dengan masih banyaknya personel yang berada di kota asal masing2, dan pertemuan minggu lalu yang diliburkan, pertemuan rutin kami yang keempat kali ini pun hanya beberapa batang hidung saja yang tampak, sama seperti pertemuan ketiga satu minggu sebelumnya. Tapi hal ini tidak menyurutkan niat kami untuk dapat berbincang tentang progres yang telah kami lakukan.

Diantara progress tersebut adalah proposal partnership kami selesai dan telah disahkan lembaga mitra (Puspar) dan selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk dimasukkan ke Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Semoga proposal ini dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memperlancar program-program KKN kami, khususnya dalam hal pendanaan. Setelah inipun, akan ada beberapa proposal yang akan kami kirim ke beberapa perusahaan dan instansi lain untuk dapat membantu kegiatan kami.

Selain progres proposal partnership tersebut, pada pertemuan ini kami juga membahas tentang beberapa informasi terbaru yang terjadi dalam tim kami serta beberapa agenda yang akan kami lakukan selanjutnya. Dan saya yakin pada pertemuan rutin kami selanjutnya akan ada banyak orang yang menghadiri, karena beberapa dari mereka telah kembali ke jogja setelah liburan pergantian semester. Berikut adalah foto pertemuan kami yang keempat beberapa waktu yang lalu:

Photobucket

Posted by: yanworks | Monday, 26 January 2009

Pertemuan Rutin Ketiga

Tanggal 24 Januari lalu kami bertemu kembali di Balairung sayap utara, ini merupakan agenda rutin yang selalu diadakan untuk membahan progress persiapan KKN kami. Bedanya adalah kali ini sepi pengunjung, karena kebanyakan dari mereka sudah pulang ke kampung masing-masing karena sudah selesai ujian akhir semester.

Pertemuan kali ini lebih difokuskan untuk membahas dan menyelesaikan draft proposal kami yang harus sudah dimasukkan ke lembaga mitra untuk di sahkan hari selasa berikutnya. Sebenarnya ada perbincangan yang alot kali ini tentang beberapa program yang kami ingin laksanakan, perbincangan alot itu tentang wilayah konservasi yang dijadikan kawasan wisata serta masalah2 yang melingkupinya. Tapi akhirnya draft proposal tersebut sudah siap di ajukan agar disahkan, hanya perlu sedikit “finishing touch” untuk bisa benar2 selesai pada waktunya.

Berikut ini screenshot pertemuan ketiga tanggal 24 Januari lalu:
Photobucket

Posted by: yanworks | Saturday, 24 January 2009

Bonus foto2 makrab.

Sekedar bonus saja dari foto2 makrab kami beberapa waktu yang lalu:

Photobucket

Three Iconic Person.

Silahkan teruskan melihat foto2nya disini

Posted by: yanworks | Wednesday, 21 January 2009

Makrab – Malam Keakraban

Pada hari Sabtu (17/01) yang lalu, kami semua berangkat ke Pantai Sundak dalam rangka acara Makrab, meski rencananya acara ini dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2008 yang lalu kami baru bisa melaksanakannya setelah ujian akhir semester kali ini selesai. Tujuan dari acara ini adalah untuk saling mengenal antar anggota kelompok, sehingga nantinya tidak ada rasa canggung dalam bekerjasama. Selain itu acara ini sebagai ajang refreshing setelah dua minggu berkutat dengan ujian di kampus masing2.

Perjalanan dari kampus UGM hingga Pantai Sundak membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan kondisi jalan yang menanjak dan berkelok. Untung saja perjalanan kali ini lancar dan tidak ada kendala. Sesampainya di lokasi, kami kemudian mendirikan tenda untuk meletakkan barang2 kami. Acara selanjutnya adalah acara bebas, kebanyakan dari kami bermain ke pantai dan melepaskan gairah narsisnya (foto-foto).

Pada narsis dipinggir pantai sore2

Pada narsis dipinggir pantai sore2

Selepas maghrib, acara dilanjutkan dengan sesi gathering, di acara ini kami semua saling memperkenalkan diri secara lebih lengkap, dan teman2 yang lain pun boleh mengajukan pertanyaan apapun yang mereka mau. Dengan pertanyaan yang kadang2 sensitif itu kemudian muncul yang kalo boleh kami bilang adalah skandal jepit, alias skandal kecil yang biasa dijadikan bahan lelucon atau ejek-ejekan. Intinya, ternyata dalam tim kami ada istilah yang kemudian populer disebut dengan “mengumpulkan tulang-tulang yang berserakan”.

Pas lagi sesi gathering pertama nih ceritanya.

Pas lagi sesi gathering pertama nih ceritanya.

Setelah acara gathering selesai, kami pun mulai dengan acara permainan. Permainan pertama yang kami mainkan malam itu adalah permainan memperagakan judul film atau saya lebih suka menyebutnya game kuch kuch hota hai, karena dalam salah satu adegan film India tersebut terdapat acara yang sama dengan permainan kami itu. Saat itu semua peserta dibagi ke dalam 4 tim, aturannya adalah menebak judul film yang diperagakan oleh teman satu tim, dalam memperagakan judul film tersebut anggota tim yang berada di depan tidak diperbolehkan bicara.

Selain game kuch kuch hota hai, ada 2 game lain yang kami mainkan malam itu, salah satunya adalah tebak daerah wisata dunia, cara bermainnya adalah menebak lokasi wisata yang dimaksud oleh orang yang berada di depan dengan diberikan sedikit petunjuk mengenai daerah wisata tersebut.

Acara malam itu kami lanjutkan hingga benar tengah malam, setelah itu acara bersama dibubarkan dan diteruskan dengan acara istirahat. Walau seharusnya setiap anggota tim dipersilahkan untuk istirahat dan persiapan untuk acara besok paginya, tapi beberapa diantaranya tetap meneruskan permainan mereka masing2, yang paling populer adalah permainan kartu, ada banyak jenis permainan yang dimainkan, diantaranya adalah poker dan kartu 100 takdir, untuk penjelasan cara main kartu ini, mungkin akan saya jelaskan lain waktu.

Photobucket

Udah malem tetep main kartu, bukannya pada tidur.

Setelah masing2 orang yang tetap bermain itu lelah, akhirnya mereka benar2 bisa tidur dan istirahat, saat itu kalo tidak salah jam setengah tiga pagi. Walau merasa belum ngantuk, mereka pun mencoba untuk memejamkan mata, sampai kemudian diganggu dengan hujan deras yang turun secara tiba2. Untung saja waktu itu kami telah memesan tempat milik warga sebagai tempat berteduh, hingga kami tidak harus berbasah-basahan kehujanan.
Matahari belum juga muncul seutuhnya, tapi beberapa dari kami sudah bangun dan bersiap untuk shalat subuh, walau beberapa diantaranya sudah terlihat berada di pinggir pantai bermain air. Jam 6 kurang kami semua berkumpul untuk melakukan game lagi, untuk acara pagi ini permainannya bertema kerjasama tim, artinya untuk dapat memainkan permainan ini dengan baik, dibutuhkan strategi dan kerjasama yang baik dari setiap anggota tim. Beberapa game yang dimainkan pagi itu adalah game Menyeberang, game Tali Ruwet, game Pindah Bola, game 10 orang 11 kaki, dll.

Photobucket

Suasana pas main game pagi harinya.

Photobucket

Salah satu game, yang katanya aneh? dimananya yang aneh? aneh.

Setelah semua permainan selesai, kami semua kemudian berkumpul untuk berfoto2 kembali seluruh tim, walau sebenarnya pada pagi harinya, beberapa teman kami harus pulang terlebih dahulu karena ada urusan yang lebih penting di Jogja. Tapi keseluruhan acara ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan, semua anggota tim lebih mengenal satu sama lain, baik secara individual atau tim secara utuh. Dan harapan saya pun semoga dengan acara ini tim kami bisa lebih solid dalam menjalankan rencana kegiatan kami yang telah menunggu di depan.

All team yang dateng makrab nih.

All team yang dateng makrab nih.

Posted by: yanworks | Saturday, 10 January 2009

Pertemuan Proposal & Rutin Kedua

Seperti yang sudah saya posting kemaren, banyak tugas menunggu kami untuk segera menyelesaikan semua persiapan KKN kami, salah satunya untuk menyelesaikan proposal yang sudah semakin dekat DEADLINE. Salah satu usaha yang kami lakukan adalah mengerjakan bersama untuk bisa menambah progress proposal. Selama dua hari kami membahas dan membagi-bagi tugas untuk mengerjakan proposal sesuai porsi dan bidangnya masing2. Dan beginilah suasana saat pengerjaan proposal itu:

Photobucket

Photobucket

Maaf, kalo ternyata orang2nya tidak terkondisi dalam keadaan mengerjakan proposal, soalnya pada banci kamera, begitu ada yang mau motret, trus ngambil posisi masing2, meninggalkan tugasnya. Yah, begitulah anak muda sekarang, narsisnya tidak ketulungan. :D

Selain pertemuan untuk menyelesaikan proposal itu hari ini kami juga menyelenggarakan pertemuan rutin kami yang kedua, hal-hal yang dibahas utamanya masih sama seperti pertemuan yang pertama, tentang progres persiapan, kendala yang dihadapi dan tentang rencana Makrab kami sebagai salah satu acara untuk saling menjalin ikatan emosional antar anggota tim. Untuk laporan makrab akan saya posting setelah acara.

Berikut suasana pertemuan rutin kami yang kedua:

Photobucket

Photobucket

Bonus: Cewek-cewek centil anggota KKN UGM Karimunjawa 2009
Photobucket

Kami selalu berdoa, semoga apa yang sudah kami usahakan selama ini dapat berbuah dengan keberhasilan. Amin.

Posted by: yanworks | Saturday, 3 January 2009

Pertemuan Rutin Pertama

Hari ini kami mengadakan pertemuan rutin kami yang pertama karena kemaren kami menghadapi tantangan kami yang pertama untuk kembali mengulang langkah kami dari awal. Bukan mengulang dari Nol sama sekali, karena paling tidak kami telah memiliki Visi dan Misi untuk program-program KKN kami. Yang pasti tujuan kami telah jelas, tinggal bagaimana kami menterjemahkan hal tersebut menjadi proposal dan sebagainya.

Pertemuan pertama kami bertempat di sebelah utara kantor pusat UGM tepatnya dibawah pohon bodhi. Karena suasana agak panas, kemudian kami pindah ke balairung sayap utara. Walau pertemuan kali ini belum semua anggota kami dapat berkumpul, tapi menurut saya sendiri pertemuan kali ini cukup efektif membahas apa saja yang sedang kami hadapi dan apa yang harus kami lakukan kemudian.

Diantara yang kami bahas itu adalah tentang langkah kami selanjutnya untuk dapat menyelesaikan proposal yang sesuai dengan format dari LPPM, dan juga tentang strategi terbaik untuk dapat menyelesaikannya dengan cepat. Diantara strategi tersebut adalah kami berkumpul berdasarkan fakultas untuk membicarakan dan mengkaji kembali program2 yang sesuai dengan konsentrasi studi kami.

Selain proposal, beberapa hal lain yang juga kami bahas diantaranya tentang penambahan potensi mahasiswa yang ternyata batas maksimalnya berjumlah 35 orang. Untuk detail penambahan ini akan saya posting pada tulisan selanjutnya.

Kesimpulan dari apa yang sudah kami bicarakan hari ini diantaranya tentang pembagian tugas untuk mengkaji dan mendalami program2 yang kami ajukan, masukan berupa ide untuk program2 yang berpotensi untuk ditambahkan dalam proposal, dan juga langkah2 yang kami lakukan selanjutnya untuk dapat mempersiapkan KKN kami sebaik2nya. Saya mohon doanya dari para pembaca sekalian agar niat baik kami ini bisa terwujud. Amin.

Berikut suasana pertemuan kami:

Photobucket

Photobucket

Posted by: yanworks | Friday, 2 January 2009

Cobaan pertama kami

Sedikit pengen curhat tentang apa yang telah kami capai hingga saat ini. Sebenarnya hari ini beberapa proposal sponsorship sudah harus disebarkan ke stakeholder yang ingin berpartisipasi pada kegiatan kami. Tapi sungguh sayang, kami terkendala untuk mendapatkan legalisasi dari rektorat. Hal ini bukan murni kesalahan kami, walaupun memang saya mengakui kami agak terburu-buru dalam memproses segalanya, hingga sedikit melupakan hal yang detail.

Jadi begini ceritanya, beberapa minggu yang lalu, beberapa teman kami pergi ke LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) untuk sekedar menanyakan prosedure pengajuan proposal dan beberapa hal yang dilakukan untuk mendapat pengesahan proposal dari pihak universitas. Dari LPPM sendiri belum bisa menerima kami dengan alasan kegiatan KKN kami masih lama, sedang LPPM hanya mengurus kegiatan KKN yang dekat2 saja, jadi untuk kami yang kegiatan KKN nya Juli-Agustus 2009, baru bisa mengurus ke LPPM pada bulan Maret 2009, itu yang mereka bilang.

silahkan baca terusannya disini

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.